Album Foto

Wednesday, 25 April 2012

Manfaat Pembuatan Biogas

Seperti yang sudah saya tulis dalam artikel sebelum tentang biogas sebagai energi alternatif, maka untuk artikel kali ini masih melanjutkan tentang biogas dan manfaatnya. membuat biodegester selain mendapatkan gas gratis kita juga dapat manfaat yang lain yaitu pupuk Organik.

Pupuk Organik


Membangun biodigester tidak hanya berfungsi sebagai bangunan yang dapat menghasilkan gas, tetapi juga berfungsi sebagai pabrik pupuk. Pupuk yang dihasilkan dari sisa fermentasi ini sangat baik untuk sayur-sayuran, tanaman hortikultura, maupun tanaman yang berbatang keras. 
Pupuk ini dapat digolongkan menjadi dua jenis pupuk : 
    1.  Pupuk padat  : diperoleh setelah melakukan penyaringan ampas biogas atau dengan cara diletakkan di atas tanah, dimana tanah tersebut akan menyerap cairan yang ada di dalam ampas tersebut.
    2. Pupuk Cair :diperoleh dari hasil penyaringan biogas

Pupuk organic ini mengandung unsure N, P, dan K, sehingga sangat baik untuk tanaman. Unsure yang terkandung dalam pupuk organic ini diketahui setelah melakukan uji laboratorium kerjasama dengan pemerintah dan perguruan tinggi.

Membuat biodigester atau reactor biogas sama dengan membuat sebuah pabrik dirumah masing-masing. Pabrik yang dmaksud adalah :
 1. Pabrik Gas. Selama melakukan pengisian dan perawatan bangunan serta aksesorisnya, selama itu pula mendapatkan gas gratis baik untuk memasak maupun lampu (sepanjang masa). 
2. Pabrik Pupuk. Ampas biogas ini bila ditangani secara professional maka akan mendatangkan pendapatan (income) keluarga dengan cara menjualnya, karena ampas biogas ini merupakan pupukorganic yang sangat baik untuk tanaman.

Untuk itu, agar mendapatkan hasil yang optimal, kegiatan ini harus dilakukan oleh lembaga yang sudah mempunyai pengalaman dalam pembuatan biodigester dan dikerjakan oleh tukang yang profesional.  Karena bila terjadi kebocoran pada kubah yang merupakan penampung gas meskipun sekecil rambut, maka gas akan keluar melalui celah tersebut.   

Monday, 23 April 2012

Biogas Energi Alternatif

Kotoran ternak (sapi, babi, kerbau, kambing, ayam dll) selama ini kurang diperhatikan oleh sebagian besar masyarkat, khususnya masyarakat peternak. Kotoran tersebut biasanya dibuang begitu saja tanpa memperhatikan dampak lingkungan sekitar dan sungai adalah tempat paling strategis dijadikan tempat pembuangan limbah tersebut, karena dengan membuang kotoran disungai peternak tidak lagi melihat dan merasakan bau menyengat yang ditimbulkan oleh kotoran tersebut. Tidak ada perasaan bersalah yang terpikirkan olehnya dan apa yang dilakukan itu merupakan hal biasa dan wajar.

Betulkah demikian......?

Masyarakat yang berada disekitar aliran sungai yang dijadikan tempat pembuangan kotoran pasti merasa sangat terganggu karena bisa menimbulkan penyakit. Dan bila kotoran ternak itu tidak dibuang ke sungai, biasanya peternak akan menimbunnya pada sebagian lahan kosong yang berada disekitar rumahnya. Hari demi hari, minggu demi minggu bahkan berbulan-bulan kotoron terus ditumpuk hingga mengunung. Aroma tidak sedap mulai menusuk penciuman masyarakat sekitar, lalat dan jentik mulai bermunculan. Lebih-lebih saat musim hujan seringnya terjadi perselisihan, hal ini biasanya disebabkan oleh limbah ternak yang mengalir kemana-mana mencemari lingkungan masyarkat sekitar.

Olah Limbah ternak

agar terhidar dari kondisi diatas, langkah alaternative yang bisa kita gunakan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan pembuatan media pengolah limbah, atau sering disebut reactor biogas.

Apa itu Reactor Biogas?

adalah suatu wadah yang dibangun untuk mengolah kotoran/limbah ternak. kotoran ternak dimasukan kedalam tabung reactor ( digester) akan menghasilkan gas metana. Gas yang dihasilkan oleh biodigester ini berasal dari fermentasi yang terjadi setelah dilakukan pencampuran antara kotoran ternak dengan air dalam ruang hampa udara. Gas ini kemudian dialirkan kedapur untuk memasak (kompor biogas). Gas Metana yang dihasilkan ini tidak berbahaya bagi pengguna karena bertekanan rendah tidak seperti LPG yang mempunyai tekan tinggi dan sangat beresiko bagi keselamatan pengguna. selain di jadikan kompor gas metan yang dihasilkan dari fermentasi ini, juga dapat dimanfaatkan sebagi lampu biogas. Lampu ini cukup terang dan dapat dijadikan lampu alternatif saat mati lampu atau pada daerah-daerah yang belum terpasang instalasi listrik. lampu ini berbentuk patromak dengan bahan bakar gas metana.

Tuesday, 10 April 2012

Berkemah Di Alam Terbuka


Mengajak anak berkemah bisa menjadi pilihan menyenangkan dalam menghabiskan waktu liburan bersama keluarga. Menghabiskan hari di alam terbuka akan lebih baik dibandingkan mengajak anak bermain di mall-mall. Selain bisa menghemat pengeluaran, berkemah pun mengajarkan anak agar lebih menghargai alam.Berikut ini beberapa manfaat berkemah baik untuk keluarga juga perkembangan anak:
  • Berkemah mampu menciptakan keakraban antar anggota keluarga. Pengalaman selama anak berkemah dapat memberikan kenangan tersendiri. 
  • Berkemah, bagi anak-anak, dapat memberikan pelajaran bertahan hidup. Misalnya, bagaimana menyalakan api, memasak air, membuat makanan, membangun tenda, dan hal lainnya.
  • Berkemah mengajarkan anak untuk bisa bekerjasama dengan orang lain. Misalnya dalam pembangunan tenda yang tidak bisa dilakukan sendirian. 
  • Mendorong anak untuk mengetahui banyak informasi dan pengetahuan mengenai bentuk-bentuk alam yang ada di sekitarnya. 
Ungkapkan rencana Anda mengajak anak berkemah di alam bebas. Berikan alasan mengapa berkemah itu menyenangkan. Jika seluruh anggota keluarga setuju, mulailah melakukan persiapan seperti berikut ini :
  • Pilihlah lokasi untuk berkemah, pastikan yang aman untuk anggota keluarga. 
  • Peralatan yang dipilih untuk berkemah haruslah bermanfaat, mudah dibawa dan aman. 
  • Usahakan membawa pakaian tipis maupun tebal. Tipis jika menghadapi cuaca panas, dan tebal ketika memasuki malam hari. 
  • Bawalah sepatu dan sandal yang sederhana, jangan terlalu mewah. Di bumi perkemahan akan banyak rintangan-rintangan seperti sungai, lumpur, sehingga kemungkinan besar akan terkena lumpur. 
  • Bawalah tas berukuran besar yang cukup memuat barang bawaan Anda 
  • Bawalah tenda yang ukurannya bisa menampung seluruh anggota keluarga. Jika tidak memiliki tenda, Anda bisa menyewanya di tempat penyewaan. 
  • Membawa peralatan masak, seperti kompor kecil, panci, alat makan, dan lainnya. 
  • Jangan lupa membawa senter untuk alat penerangan di malam hari. 
  • Membawa beras secukupnya. 
  • Membawa air minum. 
  • Jika Anda membawa kompor gas kecil, maka harus menyiapkan tabung gas. 
  • Membawa makanan siap saji, seperti roti, biskuit, dan lainnya. 
  • Membawa barang tambahan lainnya, seperti tikar, tali, obat nyamuk, dan obat-obatan. 
Ingin mengajarkan anak agar lebih mencintai alam dan melestarikannya dengan cara menyenangkan sekaligus mengakrabkan hubungan antar anggota keluarga? Mengajak anak berkemah salah satu jawabannya.

Pelatihan Membuat Keramik


Seperti yang telah kita ketahui bahwa setiap anak-anak memiliki kreatifitas yang hampir tidak terbatas, maka disetiap sekolah-sekolah biasanya selalu menyediakan pendidikan tambahan untuk menampung dan menyalurkan kreatifitas anak-anak didik. Salah satunya adalah kreatifitas kerajinan tangan menggunakan tanah liat.


Kami CV.CITRA CLAY adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa pengadaan tanah liat dan layanan pelatihan kerajinan tanah liat. Kami bermaksud memperkenalkan sekaligus menginformasikan  sarana dan prasarana yang kami miliki sebagai fasilitas yang dapat membantu anak-anak didik untuk menyalurkan kreatifitasnya khususnya dibidang kerajinan tanah liat. Sarana yang kami miliki dapat pula dijadikan sebagai salah satu wahana pendidikan luar sekolah tambahan yang kami sebut  TAMAN WISATA KERAMIK.
TAMAN WISATA KERAMIK kami yang menempati areal seluas 2600 m2, telah kami siapkan dan terus kami kembangkan untuk dapat menjadi tempat yang nyaman dan asri bagi anak-anak didik untuk dapat bermain sambil belajar atau mengembangkan keterampilan kerajinan tanah liat.

Disini kami juga telah menyiapkan tenaga-tenaga pembimbing yang berpengalaman sehingga memungkinkan anak-anak didik bisa mendapatkan pengetahuan dan pelatihan seni kerajinan tanah liat yang memadai. Mulai dari pengolahan tanah liat, pembuatan keramik, sampai dengan tahap pengeringan menggunakan oven dan pengecatan atau finishing. Hasil karya kreatifitas anak-anak dapat dibawa pulang. Sehingga diharapkan anak-anak dapat mengambil manfaat pendidikan kreatifitas kerajinan tanah liat yang kami berikan, dan dapat menjadi pendorong daya kreatifitas anak-anak pada tingkat yang lebih sempurna.

Kami juga menyediakan berbagai model keramik yang selain dapat dijadikan contoh model didalam pelatihan, keramik-keramik hasil pengrajin pada workshop kami juga dapat dibeli atau dipesan pada galeri kami.


Untuk mengetahui jenis dan biaya pelatihan membuat keramik silahkan klik Disini

Nasi yang kita makan itu berasal dari sawah


Nasi yang kita makan itu berasal dari sawah Setiap orang tentu tahu bahwa nasi yang kita makan itu berasal dari sawah, tapi mungkin tidak setiap orang tahu bagaimana rangkaian panjang proses yang terjadi sampai dengan nasi berada di meja makan kita. Diujung era industri masa sekarang ini dimana kita disuguhkan oleh segala hal yang siap pakai, siap makan, dan serba instan, menjadi cukup penting untuk mengajak anak-anak kita dan gerasi muda untuk mengenal rangkaian proses dibalik segala yang sudah jadi, yang tinggal makan, tingkal pakai, dan yang serba instan tersebut.

Jika kita tarik mundur kebelakang, di dalam hal yang sederhana saja seperti secangkir teh hangat yang kita minum misalnya, kita dapat melihat bahwa ada begitu banyak orang yang terlibat dan ada rangakaian proses yang tidak pendek yang terjadi sampai dengan terserdianya secangkir teh hangat di hadapan kita. Mulai dari petani teh yang merawat dan menjaga perkebunan tehnya, para pemetik teh yang dengan teliti memilih daun teh yang layak untuk dipetik, pengusaha yang mengumpulkan dan membeli teh dari para petani, karyawan pabrik teh yang sibuk menyortir daun teh, mengeringkannya, mengolahnya dan mengemasnya dengan teliti, distributo yang sibuk mendistribusikan teh yang sudah dikemas tersebut kepada para agen, warung dan toko-toko, sampai dengan kita yang membelinya dari warung, menyeduhnya dengan secangkir air panas, memberi sedikit gula dan baru kemudian menikmatinya. Ada rangkaian panjang dan ada begitu banyak orang yang terlibat.

Lalu apa dan dimana letak pentingnya bagi kita untuk mengetahui itu semua? Titik penting dari mengetahui bahwa ada rangkaian proses yang panjang dan ada banyak orang yang terlibat dan ada untuk secangkir teh yang kita minum, untuk sepiring nasi yang kita makan, untuk sepasang sepatu dan pakaian yang kita pakai, dan untuk setiap hal lainnya yang ada pada kita. Dari mulai sikat gigi yang kita gunakan sampai dengan komputer yang kita pakai. Hal penting dari ini adalah untuk menumbuhkan rasa berterima kasih kepada kehidupan dan lingkungan, rasa saling ketergantungan dan untuk menumbuhkan semangat untuk turut serta mengambil bagian dalam pelayanan akbar, turut berkontribusi dan menghasilan karya yang bermanfaat bagi banyak orang. Itulah pentingnya mengalami langsung atau setidaknyanya menyaksikan langsung bagaimana sawah dibajak, bagaimana padi ditanam, bagaimana padi dijaga sampai masa panennya, bagaimana padi dioleh menjadi beras, dan bagaimana beras dioleh menjadi sepiring nasi